fbpx

Ketidaksamaan lantai kayu dan lantai vinyl, dimulai dari proses penempatan, ketidaksamaan pola, sampai langkah perawatan.
Pilih lantai sebagai tingkatan yang penting dipikir dengan matang. Selainnya harus sesuai ide ruang, karakter dari lantai itu harus juga sesuai keperluan dan kesiapan kita dalam menjaganya.

Lantai tipe kayu dan vinyl kerap jadi opsi saat kita ingin membuat ruang dengan kesan-kesan yang menawan, nyaman, dan homey.

Sayang, ada banyak kesalahan berkenaan ke-2 tipe lantai ini. Kerap kali beberapa orang masih berpikiran jika ke-2 lantai ini mempunyai karakter yang serupa. Walau sebenarnya, kenyataannya benar-benar berlainan.

Supaya tidak salah tentukan, silahkan kita ulas ketidaksamaan di antara ke-2 tipe lantai ini, dan tetapkan yang mana lebih pas untuk ruang Anda.

Saat sebelum jauh mengulas pola atau harga, ketidaksamaan pertama kali yang dapat kita saksikan di antara lantai kayu dan vinyl ialah bahan baku yang dipakai.

Sama dengan namanya, lantai kayu pasti dibuat bermaterial kayu asli yang kompak. Sementara lantai vinyl biasanya dibikin dari PVC dengan lewat beragam proses fabrikasi.

Dalam kata lain, cukup terang jika lantai kayu dengan bahan dasar alami, dan lantai vinyl dibuat berbahan kimia yang diolah sebegitu rupa.

Vinyl sebagai tipe lantai yang dibuat pabrik dan tidak dari material dasar alami. Lantai vinyl dalam pembikinannya lebih bebas sesuaikan keperluan pasar.

Dan lantai kayu sebagai kayu alami langsung diambil dan lewat proses pemrosesan yang tidak menghancurkan watak aslinya.

Dus, untuk pola, lantai vinyl lenbih bermotif yang bermacam. Bahkan juga tidak cuma pola kayu, ada banyak pola lain seperti pola batu dan logam.

Walau demikian, karena pola lantai kayu tercipta alami, kayu sudah pasti mempunyai kekhasan dan ke-eksklusifan tertentu. Beberapa orang pilih lantai kayu karena membidik pola antiknya yang dapat menambahkan nilai seni interior rumah mereka.

Point ini juga membandingkan di antara lantai kayu dan lantai vinyl. Penempatan lantai vinyl menggunakkan proses pengeleman yang memakai lem khusus.

Dalam prosesnya, lantai dasar harus telah bersih supaya lem bisa melekat secara baik dan rata hingga vinyl akan melekat dengan optimal.

Dan lantai kayu, proses penempatannya diatur seperti puzzle yang direkatkan dengan paku.

Ke-2 proses penempatan mempunyai kesusahan tertentu dan umumnya dibutuhkan ketrampilan khusus untuk melakukannya.

Menyinggung keawetan atau ketahanan dari sebuah lantai, ada sesuatu hal yang penting diperhitungkan lebih dulu, apa penempatannya di tempat indoor, atau pada tempat outdoor, karena ini benar-benar punya pengaruh.

Untuk penempatan lantai dalam ruangan, lantai kayu bisa diputuskan karena kayu tidak terserang peralihan cuaca langsung. Lantai kayu, bila dipakai di luar ruang, ini bisa alami penyusutan saat terkena cuaca cukup berlebihan.

Dan untuk penempatan luar ruang, lantai vinyl lebih direkomedasikan karena tidak alami peralihan pada susunannya.

Oleh karena itu, bisa diambil kesimpulan bila lantai vinyl lebih awet serta tahan lama bila dibanding dengan lantai kayu.

Ingat lantai kayu yang dari bahan alamiah, dia semakin lebih rawan terserang rayap dan jamur. Dengan pori-pori alami yang terdapat dalam permukaan atasnya, kerap kali jadi target rayap.

Perawatan lantai kayu tidak dapat sering di pel, karena akan membuat lantai lembab dan beresiko keropos. Disamping itu, dibutuhkan pengecatan dengan teratur supaya lantai kayu dapat terus tahan lama dan kelihatan baik.

Dan untuk lantai vinyl, kita perlu sapu dan mengepelnya dengan teratur. Vinyl benar-benar gampang dalam perawatan.