fbpx

Kehadiran sebuah rumah, bukan sekedar rumah, tetapi filosofi dan pola hidup orang yang tinggal didalamnya tercermin dari design interior rumah itu.

Untuk warga perkotaan yang bergerak secara cepat, mereka berpikir bagaimana triknya dapat memperoleh pola hidup yang fundamental dan menyenangkan.

Style design Japandi (Japanese – Scandinavia) menyatukan ke-2 elemen itu. Yakni rumah tradisionil Jepang, sama dengan nuansa yang menentramkan jiwa. Dan style design skandinavia menggenggam konsep kesetimbangan dan bersatu dengan alam. Hadirlah style design Japandi (Japanese – Scandinavia). Mengaplikasikan pola hidup fundamental yang menggenggam kuat pada hal – hal yang paling diperlukan dalam kehidupan.

Style design Japandi mengangkat ide Wasabi-sabi, menghargakan keelokan dalam tidak sempurnanya. Ini tidak berarti kamar didiamkan berantakkan tetapi lebih ke nikmati hidup yang terorganisasi.

Style design Japandi memakai sistem Konmari untuk membereskan rumah. Style ini menitik beratkan pada keutamaan nikmati alam sekitaran, yakni dengan mendatangkan tanaman hias di dalam ruang atau mebel alami berbahan kayu dan rotan.

Ide lagom maknanya cari kesetimbangan dalam kehidupan. Ini sebagai kunci kebahagiaan hidup warga Swedia. Kesetimbangan hidup diraih untuk penuhi keperluan raga dan jiwa.

Tidak cuma konsentrasi work life balance, penghuni diharap bisa capai pola hidup fundamental, yakni jaga konsumsi makanan yang sehat dan imbang untuk keperluan raga.

Penyeleksian warna dan material pada design Japandi dikuasai oleh warna putih pada dinding, mebel dikuasai material kayu, seperti kayu sungkai, sampai penempatan tanaman hias di dalam ruang.

Beberapa warna halus dari warna putih, abu-abu dan krem sering datang pancarkan kesenangan. Warna biru, hiju dan pink pastel ada sebagai dialek pendamping menambahkan kedinamisan.

Peranan penerangan tidak bisa diacuhkan dalam Japandi. Ikuti konsep minimalis, penerangan digunakan untuk menyeimbangi kekosongan dari mebel yang bercorak sederhana. Sinar dan bayang-bayang, baik dari penerangan bikinan atau alami, didatangkan untuk menetralkan ambiens dingin dalam ruangan.

Mebel japandi datang dengan design yang sederhana, dengan garis yang tegas, tidak banyak memiliki lekukan kompleks. Tidak seperti design minimalis yang identic dengan wujud – wujud simetris, Japandi memakai mebel tidak bersudut seperti coffe table berupa bulat dan bangku berkaki jengki.

Salah satunya keunggulan mebel Japandi mempunyai design yang ramping hingga bisa mengirit tempat dan membuat ruang berasa lebih lega dan terbuka.

Selainnya mengganti style design tempat tinggal, mengaplikasikan rutinitas-kebiasaan baik supaya pola hidup lebih terpusat pada yang fundamental atau paling diperlukan dalam kehidupan sisi dari implementasi Japandi. Ide Lagom, cari kesetimbangan dalam kehidupan, jadikan work-life balance sebagai fokus saat jalankan hidup setiap hari.

Lepas dari style design yang sekarang digotong, keperluan raga dan jiwa sama seperti yang diutamakan dalam ide Lagom penting diingat. Dimulai dari jaga skema makan sehat dengan konsumsi makanan dengan nutrisi imbang, menyempatkan diri untuk me time, sampai stop kerja melalui dari jam 8 malam,

Intinya, style design Japandi mengutamakan kesetimbangan dalam kehidupan yang diraih dari kenyamanan dalam property tempat tinggal yang simpel. Tidak sekedar adopsi style design Japandi pada tempat tinggal, pastikanlah kamu pahami jika pola hidup fundamental yang cuman konsentrasi pada beberapa hal yang paling diperlukan seperti keperluan raga dan jiwa sebagai kunci supaya hidup lebih berbahagia.